Tengah pekan ini delapan tim kembali melakoni pertandingan babak 16
besar Liga Champions, untuk memastikan kesanggupannya meraih tiket
perempatfinal.
Dari kedelapan tim tersebut, yang relatif sudah
aman adalah Real Madrid dan Borussia Dortmund. Kemenangan telak di leg
pertama di kandang lawan-lawannya menjadi tabungan besar bagi mereka
untuk bermain "aman" di laga kedua nanti.
Apa yang Anda harapkan
setelah Madrid menang 6-1 di markas Schalke, dan mereka Rabu (19/3) lusa
akan tampil di Santiago Bernabeu?
Dortmund kurang lebih sama.
Walaupun performa mereka tidak terlalu konsisten di Bundesliga, namun
kemenangan 4-2 di kandang Zenit St Petersburg sesungguhnya sudah
menjamin. Adalah celaka besar jika Robert Lewandoski dkk. tahu-tahu
kalah (misalnya) 0-3 di Signal-Iduna Park.
Kemudian, yang
setengah aman alias kansnya masih fifity-fifty adalah Chelsea dan
Galatasaray. Hasil imbang 1-1 di Istanbul pada 26 Februari lalu bolehlah
dianggap "bukan apa-apa". Apakah Chelsea mau cukup bermain 0-0, karena
dengan skor minimalis itu pun mereka lolos berkat agregat gol tandang?
Jawabannya gampang: tentu tidak.
Karena bermain di Stamford
Bridge, kemenangan adalah target yang paling jantan buat mereka,
sekaligus untuk memuaskan para suporternya. Apalagi akhir pekan kemarin
The Blues takluk 0-1 dari Aston Villa di Premiership.
Alasan
lain, tidak bisa dibayangkan bagaimana seorang Jose Mourinho tidak
memutar otak terbaiknya untuk bisa melewati Galatasaray, hanya gara-gara
mereka bisa menahan klub top Turki itu di leg pertama. Dengan kata
lain, terlalu "rendah" nilainya buat Mourinho apabila timnya cuma
bertahan di babak 16 besar, oleh tim yang sesungguhnya tidak punya
tradisi hebat di kompetisi Eropa itu.
Sebaliknya, bagi Galatasaray inilah kesempatan spesial untuk unjuk diri.
Bisa mengangkangi Chelsea di kandangnya sendiri, dan kembali menembus
babak 8 besar Liga Champions seperti musim lalu [sebelum dihentikan Real
Madrid], akan menjadi sebuah catatan manis tersendiri.
Sementara
itu, laga yang paling menarik ditunggu hasilnya adalah Manchester
United versus Olympiakos. Pertanyaannya adalah: seperti di kompetisi
domestik, apakah MU juga akan babak belur di Eropa?
Kekalahan 0-2
dari Liverpool di Old Trafford tadi malam kembali menghancurkan hati
para pendukung "Setan Merah". Apa hendak dikata, musim ini MU bukanlah
tim yang ditakuti setelah
Sir Alex Ferguson pensiun dan
penggantinya adalah David Moyes. Indikator paling terlihat adalah,
hingga kini tak ada tanda-tanda mereka bisa finis di zona Liga
Champions. Itu saja sudah merupakan pukulan dahsyat untuk tim sekelas
MU.
Maka entah apalagi yang terjadi kalau Wayne Rooney dkk. juga
sampai tak berhasil mengalahkan Olympiakos. Ini bukan semata-mata soal
'kalah lalu tersingkir dan tidak dapat piala'. Ini soal sebuah
pertaruhan (harga diri) yang sangat besar, tentang salah satu tim
terhebat dunia sepanjang masa, tapi saat ini sedang "tersesat" jalannya.
Segala kekhawatiran fans MU sangat beralasan karena timnya dalam keadaan tertinggal 0-2, setelah kalah di
leg pertama di kandang Olympiakos. Sialnya, tadi malam, sekalipun di Old Trafford, mereka tak berdaya di hadapan Liverpool.
Dengan syarat minimal menang 3-0, fans MU sangat layak berdoa sebanyak-banyaknya. Ini terasa seperti sebuah kesempatan terakhir.
Jadwal leg II Liga Champions:Rabu (19/3) dinihari WIB
Chelsea vs Galatasaray
Real Madrid vs Schalke
Kamis (20/3) dinihari WIB
Manchester United vs Olympiakos
Borussia Dortmund vs Zenit St Petersburg
Sumber : sport.detik.com